Pengertian dan Jenis-jenis Sistem Informasi

Pada artikel ini kita akan membahas pengertian, konsep, dan jenis-jenis sistem informasi.

Sistem informasi telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan bisnis suatu perusahaan atau organisasi modern. Sehingga sistem informasi merupakan aplikasi yang sangat dibutuhkan dan diminati.

Ada banyak jenis sistem informasi, dan dari semua jenis itu mempunyai fungsi dan manfaat yang berbeda-beda. Sebelum kita membahas jenis-jenis sistem informasi mari kita ketahui dulu pengertian sistem informasi (SI) itu apa.

Pengertian Sistem Informasi (SI)

Jenis-jenis SI

Untuk memahami pengertian sistem informasi harus dilihat keterkaitannya antara data dan informasi. Data merupakan nilai, keadaan, atau sifat yang berdiri sendiri atau lepas dari konteks apapun.

Sementara informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang bermanfaat bagi penerimanya. Dan informasi tersebut dapat digunakan untuk mengambil keputusan saat ini ataupun di masa mendatang.

Jadi, sistem informasi adalah sistem dengan komponen-komponen yang bekerja mengolah data menjadi informasi yang nantinya digunakan manajemen dalam mengambil keputusan dan juga untuk menjalankan operasional perusahaan atau organisasi.

Pengertian sistem informasi menurut ahli (O’Brien) adalah kombinasi dari setiap yunit yang dikelola manusia, hardware, software, jaringan komputer serta jaringan komunikasi dan data base, yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi tentang bentuk organisasi.

Jenis-jenis Sistem Informasi

Pengertian sistem informasi SI

Computer Based Information System (CBIS) biasanya dibedakan menjadi beberapa jenis. Dari jenis-jenis tersebut kami merangkum ada 10 jenis sistem informasi yang banyak dipakai saat ini.

  1. Sistem Pemrosesan Transaksi (SPT)
  2. Sistem Informasi Manajemen (SIM)
  3. Sistem Penunjang Keputusan (SPK)
  4. Sistem Pakar
  5. Sistem Informasi Akutansi (SIA)
  6. Sistem Informasi Keuangan
  7. Sistem Informasi Manufaktur
  8. Sistem Informasi Sumberdaya Manusia
  9. Sistem Informasi Pemasaran
  10. Sistem Informasi Eksekutif

Berikut penjelasan singkat tentang perbedaan antara jenis-jenis sistem informasi tersebut:

Sistem Pemrosesan Transaksi (SPT)

Sistem pemrosesan transaksi atau Transaction processing systems adalah sistem informasi terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses sejumlah besar data untuk transaksi bisnis rutin.

Adapun hal-hal yang bisa dilakukan dalam sistem ini, yaitu:

  1. Mengotomasi penanganan data-data aktifitas bisnis dan transaksi, yang bisa dianggap sebagai kejadian diskrit dalam kehidupan organisasi.
  2. Menangkap data dari setiap transaksi.
  3. Memverifikasi transaksi apakah mau diterima atau tidak.
  4. Menyimpan transaksi yang telah divalidasi untuk pengumpulan data berikutnya.
  5. Menghasilkan laporan untuk menyediakan rangkuman dari setiap transaksi.
  6. Memungkinkan memindah transaksi dari satu proses ke proses yang lainnya untuk menangani seluruh aspek bisnis.

Sistem Informasi Manajemen (SIM)

Sistem informasi management (SIM) adalah sebuah sistem informasi pada level manajemen yang berfungsi untuk membantu perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan dengan menyediakan resume rutin dan laporan-laporan tertentu.

SIM mengambil data mentah dari SPT dan mengubahnya menjadi kumpulan data yang lebih berarti yang dibutuhkan manager untuk menjalankan pekerjaannya.

Untuk mengembangkan SIM diperlukan pemahaman yang baik tentang informasi apa saja yang dibutuhkan manajer dan bagaimana mereka menggunakan informasi tersebut.

Sistem Penunjang Keputusan (SPK)

Sistem penunjang keputusan adalah sistem informasi pada level manajemen dari suatu organisasi yang mengombinasikan data dan model analisis canggih atau peralatan data analisis untuk mendukung pengambilan yang semi terstruktur dan tidak terstruktur.

Sistem ini dirancang untuk mengambil keputusan organisasional. Sistem ini biasanya tersusun dari:

  1. Database (bisa diekstraksi dari SPT/SIM).
  2. Model grafis atau matematis, yang digunakan untuk proses bisnis.
  3. Antarmuka pengguna yang dipakai pengguna untuk berkomunikasi dengan SPK.

Sistem Pakar

Jenis sistem informasi yang keempat adalah sistem pakar. Sistem pakar merupakan representasi pengetahuan yang menggambarkan cara seorang ahli dalam mendekati suatu masalah.

Sistem pakar lebih berpusat pada bagaimana mengodekan dan memanipulasi pengetahuan dari informasi, misalnya aturan if…then.

Adapun cara kerja Sistem pakar yaitu sebagai berikut:

  1. Pengguna berkomunikasi dengan sistem menggunakan dialog interaktif.
  2. Sistem akan menanyakan pertanyaan yang akan ditanyakan seorang pakar kemudian pengguna memberikan jawaban.
  3. Jawaban digunakan untuk menentukan aturan mana yang akan dipakai dan sistem pakar akan menyediakan rekomendasi berdasarkan aturan yang telah disimpan.
  4. Seorang pakar bertanggung jawab pada bagaimana melakukan akuisisi pengetahuan, sama seperti seorang analisis namun menggunakan teknik yang berbeda.

Sistem Informasi Akutansi (SIA)

Sistem informasi akutansi adalah sistem informasi berbasis komputerisasi yang mengolah data keuangan yang berhubungan dengan data transaksi dalam siklus akutansi dan menyajikannya dalam bentuk laporan keuangan kepada manajemen perusahaan.

Adapun tujuan dari sistem informasi akutansi (SIA), yaitu sebagai berikut:

  1. Mengolah dan menyimpan data seluruh transaksi keuangan.
  2. Memproses data keuangan menjadi informasi untuk mengambil keputusan perencanaan usaha.
  3. Pengawasan terhadap seluruh aktifitas keuangan perusahaan.
  4. Efisiensi biaya dan waktu terhadap kinerja keuangan.
  5. Penyajian data keuangan yang sistematis dan akurat dalam periode akutansi yang tepat.

Sistem Informasi Keuangan

Sistem informasi keuangan merupakan bagian dari sistem informasi manajemen (SIM). Sistem informasi keuangan sering dibutuhkan untuk menghadapi atau memecahkan sebuah masalah keuangan perusahaan.

Sistem informasi keuangan mempunyai tiga tugas utama, yaitu:

  1. Mengidentifikasi kebutuhan uang yang akan datang.
  2. Membantu perolehan dana tersebut.
  3. Mengontrol penggunaannya.

Sistem Informasi Manufaktur

Sistem informasi manufaktur adalah suatu sistem berbasis komputer yang kerjanya terhubung dengan sistem informasi fungsional untuk mendukung manajemen perusahaan dalam memecahkan masalah manufaktur produk perusahaan.

Tujuan utama sistem ini adalah untuk mendukung fungsi produksi yang mencakup semua kegiatan perusahaan, seperti perencanaan dan pengendalian proses untuk memproduksi barang atau jasa.

Sistem informasi manufaktur mencakup beberapa hal, yaitu:

  1. Sistem perencanaan manufaktur.
  2. Rencana tenaga kerja.
  3. Rencana produksi.
  4. Rencana kebutuhan bahan baku.
  5. Sistem pengendalian manufaktur.

Sistem Informasi Sumber Daya Manusia

Sistem ini bertugas untuk mengumpulkan dan memelihara data yang menjelaskan sumber daya manusia (SDM) kemudian mengubah data tersebut menjadi informasi lalu memberikan informasi itu kepada penggunanya.

Sistem informasi SDM juga mendukung pengambilan keputusan dengan berbagai informasi yang diperlukan, seperti kebutuhan pegawai, informasi perekrutan pegawai, data pegawai sampai informasi pemberhentian pegawai.

Fungsi utama dari sistem informasi sumber daya manusia:

  1. Membantu perekrutan dan penerimaan pegawai.
  2. Membantu mengatur program pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan skill kerja pegawai.
  3. Menyimpan database yang berhubungan dengan pegawai dan memproses data tersebut untuk kebutuhan informasi pengguna.
  4. Membantu mengurus program pensiun perusahaan bagi mantan pegawai yang berhak.

Sistem Informasi Pemasaran

Sistem informasi pemasaran merupakan sistem informasi manajemen (SIM) yang dirancang khusus untuk pengambilan keputusan dalam ruang lingkup pemasaran.

Sistem ini digunakan oleh para pengambil kebijakan terhadap arah manajemen pemasaran yang akan dilakukan. Sehingga keputusan yang diambil bisa tepat sasaran.

Keuntungan dari sistem informasi pemasaran adalah:

  1. Perusahaan dapat memproses setiap informasi yang ada di perusahaan tersebut.
  2. Mempermudah manajemen waktu.
  3. Perusahaan akan lebih cepat menemukan kesalahan data yang ada.
  4. Berguna untuk mengontrol perkembangan bisnis perusahaan.
  5. Menghindari kesalahan fatal dari informasi manusia.

Sistem Informasi Eksekutif

Jenis sistem informasi yang terakhir adalah sistem informasi eksekutif (SIE). SIE adalah sebuah sistem yang menyediakan informasi bagi eksekutif tentang kinerja keseluruhan perusahaan.

Dalam merancang sistem informasi eksekutif harus memakai beberapa konsep atau metode dasar. Tujuannya adalah agar para eksekutif bisa memantau berapa kuat kinerja perusahaan dalam meraih tujuan.

Berikut karakteristik SIE menurut John (1996):

  1. SIE dirancang untuk mempertemukan informasi dengan kebutuhan eksekutif.
  2. Menyediakan tracking dan kontrol terhadap key organizational performance.
  3. Untuk mengetahui gaya pimpinan seorang eksekutif.
  4. Menyediakan data dengan cepat untuk mengambil keputusan.
  5. Menyediakan solusi dari masalah yang ada.
  6. Menyediakan drill down informasi secara cepat dan lengkap.

Komponen Sistem Informasi

Komponen Sistem Informasi

Sistem informasi berbasis komputer (CBIS) dalam suatu organisasi terdiri dari komponen-komponen seperti berikut:

  • Hardware: yaitu perangkat keras atau komponen untuk melengkapi kegiatan memasukkan data, memproses data, dan keluaran data.
  • Software: yaitu program dan intruksi yang diberikan ke komputer.
  • Database: yaitu kumpulan data dan informasi yang diorganisasikan sedemikian rupa sehingga mudah diakses pengguna sistem informasi.
  • Telekomunikasi: yaitu komunikasi yang menghubungkan antara pengguna sistem dengan sistem komputer secara bersama-sama ke dalam suatu jaringan kerja yang efektif.
  • Manusia: yaitu personel dari sistem informasi, meliputi manager, analis, programer, dan operator, serta penanggung jawab perawatan sistem.
  • Prosedur: yakni tata cara yang meliputi strategi, kebijakan, metode, dan peraturan-peraturan dalam menggunakan sistem informasi berbasis komputer.

Komponen Sistem Informasi Menurut Ahli

Menurut Burch dan Grudnistki (1986) sistem informasi yang terdiri dari komponen-komponen di atas disebut dengan istilah blok bangunan (building block), yaitu blok masukan, blok model, blok keluaran, blok teknologi, dan blok kendali.

Sebagai suatu sistem, keenam blok tersebut masing-masing saling berinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasarannya.

  • Blok masukan: input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input di sini termasuk metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukan yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
  • Blok model: Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematika yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara tertentu untuk menghasilkan output yang diinginkan.
  • Blok keluaran: produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi berkualitas yang berguna untuk semua tingkat manajemen serta semua pemakai sistem.
  • Blok teknologi: teknologi merupakan tool box dalam sistem informasi. Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan sekaligus mengirim keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
  • Blok database: data base merupakan kumpulan dari data yang saling terhubung, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
  • Blok kendali: pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem bisa dicegah atau diperbaiki.

Ciri-ciri Sistem Informasi

Adapun beberapa ciri-ciri dari sebuah sistem informasi, yaitu:

  1. Menyediakan informasi yang segar atau baru untuk penggunanya.
  2. Informasi dapat diperbarui atau mendapat tambahan dari sistem apabila ada informasi baru.
  3. Informasi yang dapat menjadi suatu koreksi apabila ada informasi salah sebelumnya.
  4. Menegaskan informasi yang sudah ada.

Kesimpulan

Dari pembahasan di atas dapat kita simpulkan bahwa pengertian sistem informasi secara umum adalah komponen-komponen yang berkerja sama mengolah informasi.

Ada perbedaan pendapat dari para ahli tentang komponen-komponen sistem informasi. Namun secara umum, sistem informasi memiliki komponen yang terdiri dari beberapa blok, yaitu blok masukan, keluaran, teknologi, database, dan kendali.

Demikian pembahasan mengenai sistem informasi, dan jenis-jenis sistem informasi kali ini. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda.

Tinggalkan komentar